Jumat, 18 Maret 2016

PRA PROPOSAL PTK

PRA PROPOSAL PTK
Description: Description: Description: Description: Description: Description: Description: Description: Description: Description: Description: D:\UIN SAYA.png

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MUFRODAT MELALUI STRATEGI INDEX CARD MATCH PADA MATA PELAJARAN BAHASA ARAB DI KELAS X MA NURUSSALAM URANGGANTUNG CANDIPURO LUMAJANG
TAHUN AJARAN 2015 - 2016

Oleh:
Dzurotus Stimaril Fuadil Ula (D92213083)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB
FAKULTAS TARBIYAH  DAN KEGURUAN
UIN SUNAN AMPEL SURABAYA
2015
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MUFRODAT MELALUI STRATEGI INDEX CARD MATCH PADA MATA PELAJARAN BAHASA ARAB DI KELAS X MA NURUSSALAM URANGGANTUNG CANDIPURO LUMAJANG
A.    Identifikasi Dan Analisis Masalah
Proses menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI) diartikan sebagai tuntunan perubahan dalam perkembangan suatu hal, definisi belajar adalah sebagai suatu proses yang terjadi karena adanya usaha untuk mengadakan perubahan terhadap diri manusia dengan maksud memperoleh perubahan dalam dirinya, baik berupa pengetahuan, keterampilan, ataupun sikap.[1] Maka, proses belajar di kelas merupakan suatu tuntutan perubahan dalam perkembangan kegiatan pembelajaran yang di dalamnya terjadi keinginan untuk memperoleh perubahan dalam diri siswa baik berupa pengetahuan, keterampilan, ataupun sikap dan perilaku yang dilakukan dengan interaksi antara siswa dengan guru pada suatu lingkungan belajar.
Suatu proses pembelajaran di kelas, tidak selalu berjalan lancar dan tidak selalu sesuai dengan yang diharapkan guru. Dalam proses pembelajara pasti ada masalah yang menghambat berlangsungnya pembelajaran. faktor utama yang mempengaruhi proses pembelajaran di kelas antara lain dari faktor yang datang dari guru, siswa dan lingkungan.
Faktor-faktor yang yang mempengaruhi proses pembelajaran bahasa arab di kelas X MA Nurussalam Uranggantung Candipuro Lumajang, antara lain:
1.      Metode yang digunakan guru menggunakan metode ceramah.
2.      Media yang digunakan guru dalam pembelajaran adalah buku panduan siswa  (LKS) dan papan tulis.
3.      Siswa tidak memperhatikan apa yang dijelaskan guru di depan.
4.      Siswa yang sibuk sendiri dengan teman sebangkunya.
5.      Siswa mengalami kesulitan dalam menghafal mufrodat.
6.      Siswa kesulitan dalam memahami teks bahasa arab.
7.      Lingkungan yang kurang bersahabat dengan proses pembelajaran di kelas karena adanya pembangunan.
Memperhatikan situasi yang ada pada saat peneliti melakukan observasi di kelas X MA Nurussalam Uranggantung Candipuro Lumajang, terdapat beberapa masalah yang harus di selesaikan diantaranya adalah:
1.      Pembelajaran bahasa arab di kelas X MA Nurussalam Uranggantung Candipuro Lumajang masih berjalan monoton.
2.      Kurangnya motivasi guru terhadap siswa dalam menghafal mufrodat.
3.      Belum ditemukan strategi pembelajaran bahasa arab yang tepat.
4.      Rendahnya kualitas pembelajaran bahasa arab.
5.      Kurangnya minat siswa dalam menghafal mufrodat.
Dari beberapa masalah yang telah disebutkan di atas, dapat di ambil tindakan untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Masalah yang perlu diselesaikan terlebih dahulu adalah mengenai motivasi belajar siswa untuk belajar mufrodat. Karena kemampuan mufrodat sangat penting untuk berlangsungnya pembelajaran dan tujuan pembelajaran bahasa arab di kelas X MA Nurussalan Candipuro Lumajang. Untuk meningkatkan motivasi belajar mufrodat siswa, di butuhkan sebuah media pembelajaran.
Dengan adanya media pembelajaran ini, di upayakan agar siswa tidak bosan dan tidak jenuh dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Media yang digunakan harus disesuaikan dengan materi pelajaran dan tingkatan siswa. Dengan ini, solusi dari masalah tersebut adalah menerapkan suatu metode atau strategi pembelajaran sehingga siswa dapat termotivasi untuk belajar mufrodat. Dari solusi masalah-masalah yang telah disebutkan di atas, penulis dapat menarik sebuah judul, MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MUFRODAT MELALUI STRATEGI INDEX CARD MATCH PADA MATA PELAJARAN BAHASA ARAB DI KELAS X MA NURUSSALAM URANGGANTUNG CANDIPURO LUMAJANG TAHUN AJARAN 2015-2016.
B.     Latar Belakang Masalah
Masalah pendidikan dan pengajaran merupakan masalah yang cukup kompleks, banyak faktor yang mempengaruhinya. Salah satu faktor tersebut adalah guru. Guru merupakan komponen pengajaran yang memegang peran penting dan utama. Karena keberhasilan proses belajar mengajar sangat ditentukan oleh faktor guru. tugas guru adalah menyampaikan materi pelajaran kepada siswa melalui interaksi komunikasi dalam proses belajar mengajar yang dilakukannya. Keberhasilan guru dalam menyampaikan materi sangat tergantung pada kelancaran interaksi komunikasi antara guru dan siswa. Ketidaklancaran komunikasi akan membawa akibat terhadap pesan yang diberikan guru.[2]
Di dalam proses belajar mengajar, seorang guru diharapkan mampu menjadi sosok yang dapat membangkitkan motivasi siswa dalam pembelajaran. Selain itu, seorang guru juga harus mampu menciptakan suasana pembelajaran yang efektif. Sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung sesuai dengan yang diharapkan.[3]
Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita adalah masalah lemahnya proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, siswa kurang di dorong untuk mengembangkan kemampuan berfikir. Proses pembelajaran di dalam kelas di arahkan kepada kemampuan siswa untuk menghafal informasi, otak anak dipaksa untuk mengingat dan menimbun berbagai informasi tanpa di tuntut untuk memahami informasi yang di ingatnya untuk menghubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Akibatnya ketika siswa lulus dari sekolah, mereka pintar secara teoritis tetapi miskin aplikasi.[4]
Dari penjelasan di atas, guru harus memiliki komitmen, kemauan keras, dan kemampuan untuk melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran. Idealnya, proses pembelajaran tidak hanya diarahkan pada upaya mendapatkan pengetahuan sebanyak-banyaknya saja, melainkan juga diarahkan pada penggunaan seluruh pengetahuan yang di dapat tersebut.
Kenyataan dalam pembelajaran yang terjadi selama ini adalah masih banyak pembelajaran yang bertumpu pada guru. Ada beberapa guru yang masih melaksanakan pembelajaran sesuai dengan standar proses belajar yang masih di dominasi oleh ceramah guru dan siswa hanya mendengarkan. Dalam kondisi demikian pengalaman belajar siswa hanya mendengarkan ceramah guru saja, tanpa ada keaktifan, kreatifitas dan inovasi dari siswa. Dalam proses pembelajaran yang seperti itu, memerlukan metode atau strategi yang relevan dengan materi yang disajikan.
Melihat kondisi realita, ketika peneliti melakukan observasi di sekolah yang dijadikan objek penelitian yaitu MA Nurussalam Uranggantunng Candipuro Lumajang. Dalam mengikuti pelajaran bahasa arab kelas X MA Nurussalam Uranggantung Candipuro Lumajang mutunya masih sangat rendah dan perlu adanya perhatian. Pada waktu pelajaran berlangsung banyak siswa yang ramai, tidur, sibuk sendiri dengan temannya, bahkan ada yang tak peduli dengan apa yang disampaikan oleh guru. Itu semua karena metode yang digunakan oleh guru bahasa arab kelas X MA Nurussalam Uranggantung Candipuro Lumajang sangat monoton yaitu ceramah dan menghafal. Metode tersebut dilakukan terus-menerus sehingga mengakibatkan siswa jenuh dan kurang antusias dalam mengikuti pelajaran bahasa arab. Kesannya siswa tidak di ikut sertakan dalam proses belajar mengajar dan kurangnya motivasi yang diberikan guru kepada siswa.
Hasil belajar bahasa arab sangat dipengaruhi oleh model pembelajaran yang di gunakan oleh guru dan motivasi guru kepada siswa dalam pembelajaran. Model pembelajaran yang tidak tepat akan berdampak pada hasil belajar yang kurang memuaskan. Oleh karena itu, guru dituntut untuk dapat menentukan model atau strategi pembelajaran yang tepat supaya memperoleh hasil belajar yang optimal. Dalam nenerapkan metode pembelajaran yang baru, kelas tidak akan terlihat fakum dan siswa tidak akan terlihat jenuh. Dengan itu, siswa akan lebih semangat dalam belajar, aktif dalam kelas baik bertanya, memberikan gagasan dan lebih berinteraksi lagi dengan lingkungannya.
Untuk menimbulkan motivasi yang akan mendorong siswa agar mencapai tujuan pembelajaran, maka diperlukan adanya peningkatan aktivitas belajar siswa. Sedangkan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa perlu adanya motivasi-motivasi guru sekiranya siswa menjadi semangat dan giat dalam belajar. Salah satu alternatif yang penulis ingin tawarkan adalah menerapkan strategi Index Card Match pada saat kegiatan belajar berlangsung.
Penerapan Index Card Match ini mengajak siswa untuk ikut berperan aktif dalam melaksanakan pembelajaran, karena di dalam  strategi Index Card Match terdapat beberapa metode dan teknik yang dapat menciptakan susasana belajar menjadi efektif, efesien dan menyenangkan. Tujuan dari metode Index Card Match ini adalah untuk melatih peserta didik agar lebih cermat dan lebih kuat pemahamannya terhadap suatu materi pokok.[5] Strategi ini sangat tepat jika diterapkan pada pembelajaran bahasa arab khususnya pada pokok bahasan tentang mufrodat.  Dalam strategi Index Card Match seluruh siswa di ajak untuk ikut berpartisipasi dalam proses pembelajaran dan siswa akan lebih memahami mufrodat yang disajikan guru, karena teknik dan metode yang dipakai dalam strategi Index Card Match bervariasi, sehingga proses pembelajaran menjadi efektif , efesien dan menyenangkan.

C.    Rumusan Masalah
1.      Bagaimana penerapan strategi Index Card Match dalam meningkatkan motivasi belajar mufrodat pada mata pelajaran bahasa arab di kelas X MA Nurussalam Uranggantung Candipuro Lumajang?
2.      Bagaimana peningkatkan motivasi siswa dalam belajar mufrodat setelah di terapkan strategi Index Card Match pada mata pelajaran bahasa arab di kelas X MA Nurussalam Uranggantung Candipuro Lumajang?

D.    Tindakan Yang Dipilih
Dalam meningkatkan motivasi belajar mufrodat melalui strategi Index Card Match pada mata pelajaran bahasa arab di kelas X MA Nurussalam Salam Uranggantung Candipuro Lumajang, tindakan yang dipilih adalah:
1.      Motivasi belajar
Menurut McDonald, “motivation is a energy change with in the person characterized by affective arousal and anticipatory goal reactions.” Motivasi adalah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif dan reaksi untuk mencapai tujuan.[6]
Motivasi belajar bisa datang dari dalam diri siswa (instrinsik) maupun dari luar diri siswa (ekstrinsik). Untuk membangkitkan motivasi instrinsik siswa bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti:
a.       Mengapa suatu mata pelajaran diajarkan dan apa kegunaan prosedur mengajar yang sesuai.
b.      Menunjukkan antusias dalam mengajar dan menguunakan prosedur mngajar yang sesuai.
c.       Menyajikan bahan pelajaran yang tidak terlalu mudah dan juga tidak terlalu sulit.
d.      Menjaga disiplin belajar di dalam kelas.
e.       Memberikan hasil pekerjaan siswa dalam waktu sesingkat mungkin.
Motivasi belajar sangat penting bagi siswa dan guru. Bagi siswa pentingnya motivasi belajar adalah sebagai berikut:
a.       Menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses dan hasil akhir.
b.      Menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar, yang dibandingkan dengan teman sebaya.
c.       Mengarahkan kegiatan belajar.
d.      Meningkatkan semangat belajar.
Motivasi belajar juga penting diketahui oleh seorang guru karena guru merupakan faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses belajar siswa. Motivasi memiliki beberapa manfaat, yaitu: Meningkatkat, membangkitkan dan memelihara semangat siswa untuk mencapai tujuannya (berhasil).
2.      Metode Index Card Match
Metode Index Card Match adalah cara menyenangkan lagi aktif untuk meninjau ulang materi pelajaran. Ia membolehkan peserta didik untuk berpasangan dan  memainkan kuis dengan  lawan sekelas.[7] Metode pembelajaran ini termasuk pembelajaran aktif. Dalam pembelajaran aktif ini siswa di ajak untuk ikut serta dalam semua proses pembelajaran.
Prosedur Index Card Match sebagai berikut:[8]
a.       Pada kartu Index Card Match terpisah, tulislah pertanyaan tentang apapun yang diajukakn dalam kelas. Buatlah kartu pertanyaan yang cukup untuk menyamai satu setengah jumlah siswa.
b.      Pada kartu terpisah, tulislah jawaban bagi setiap pertanyaan-pertanyaan tersebut.
c.       Campurlah dua lembar kartu dan kocok beberapa kali sampai benar-benar tercampur.
d.      Berilah satu kartu kepada setiap peserta didik. Jelaskan bahwa ini adalah latihan permainan. Sebagian memegang pertanyaan dan sebagian lagi memegang jawaban.
e.       Perintahlah kepada peserta didik untuk menemukan kartu  permainannya. Ketika permainan dibentuk, perintahlah peserta didik yang bermain untuk mencari tempat duduk bersama (beritahu mereka jangan menyatakan kepada peserta didik lain apa yang ada pada kartunya).
f.       Ketika pasangan permainan telah menempati tempatnya, perintahkan setiap pasangan menguji peserta didik lain dengan membaca keras pertanyaan teman sekelas untuk menginformasikan jawaban kepadanya.
Dengan strategi Index Card Match ini, dapat meningkatkan motivasi belajar mufrodat siswa dalam mata pelajaran bahasa arab kelas X MA Nurussalam Uranggantung Candipuro Lumajang.
E.     Tujuan Tindakan / Tujuan Penelitian
1.      Untuk mendeskripsikan penerapan strategi Index Card Match dalam meningkatkan motivasi belajar mufrodat pada mata pelajaran bahasa arab di kelas X MA Nurussalam Uranggantung Candipuro Lumajang.
2.      Untuk mendeskripsikan peningkatan motivasi siswa dalam belajar mufrodat setelah di terapkan strategi Index Card Match pada mata pelajaran bahasa arab di kelas X MA Nurussalam Uranggantung Candipuro Lumajang.









DAFTAR PUSTAKA

Sanjana, Wina. 2007. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Asnawir Dan Basyiruddin Usman. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta: Ciputat Pers.
Hamalik, Oemar. 2007. Kurikulum Dan Pembelajaran. Jakarta: Pt Bumi Aksara.
Ismail SM. 2008. Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, Dan Menyenangkan). Semarang: Rasail Media Group.
hamalik, Oemar. 2010. psikologi belajar & mengajar. bandung: sinar baru algensindo
silberman, Melvin. 2007. active learning 101  strategi pembelajaran aktif. yogyakarta: madani.
Arikunto, Suharsimi. 1990. Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. Jakarta: Rineka Cipta.












LAMPIRAN

Description: Description: Description: Description: Description: Description: D:\IMG-20151109-WA0001.jpg

Description: Description: Description: Description: Description: Description: D:\IMG_20151108_125143.jpg                     Description: Description: Description: Description: Description: Description: D:\IMG_20151108_132305.jpg

Description: Description: Description: Description: Description: Description: D:\IMG_20151108_124954.jpg



[1] Suharsimi Arikunto, Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi, (Jakarta: Rineka Cipta, 1990), Hlm. 19
[2] Asnawir dan basyiruddin usman, media pembelajaran, (jakarta: ciputat pers, 2002), hlm. 1
[3] Oemar hamalik, kurikulum dan pembelajaran, (jakarta: pt. Bumi aksara, 2007), hlm. 9
[4] Wina sanjaya, strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan, (jakarta: kencana, 2007), hlm. 1
[5] Ismail SM, strategi pembelajaran agama islam berbasis PAIKEM (pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan), (semarang: rasail media group, 2008), hlm.82
[6] Oemar hamalik, psikologi belajar & mengajar, (bandung: sinar baru algensindo, 2010), hlm. 173
[7] Melvin silberman, active learning 101  strategi pembelajaran aktif, (yogyakarta: madani, 2007), hlm. 240
[8] Ibid, hlm.240

Tidak ada komentar:

Posting Komentar